Penetasan Telur Bebek

Penetasan Telur Bebek

Penetasan Telur Bebek

Kami adalah distributor Mesin penetas telur, Terbesar & Terlengkap Se
indonesia Dengan Harga Sangat Terjangkau. Silakan Bandingkan Dengan Tempat
Lain !. mesin tetas dan alat penetas telur yang kami jual terdiri dari
beberapa type baik yang semi otomatis, maupun yang otomatis sekaligus juga
ada mesin penetas telur bebek atau mesin penetas telur sederhana yang full
otomatis.

Mesin penetas yang kami jual di antaranya yaitu type:

c30    Rp.290.000,-
c50    Rp.320.000,-
c75    Rp.360.000,-
c100    Rp.405.000,-
c200    Rp.610.000,-
c500    Rp.2.650.000,-
c1000    Rp.3.650.000,-

Dibawah ini adalah sfesifikasi mesin penetas yang kami jual:

* Kapasitas mulai 30 telur – 1000 telur
* Hemat Energi: Daya listrik kecil mulai sekitar 10 watt 220V
* Bahan multipleks dan MDF (Medium density fiberboard)
* Pemanas : Lampu pijar dan pemanas darurat
* Tingkat keberhasilan tinggi: Dengan mengikuti tata cara yang benar,
keberhasilan telur yang menetas dengan mesin penetas telur Mitra Jaya
ini bisa di atas 90 %. Dengan cara tradisional biasanya dibawah 50 %
DI JAMIN !!!.
* Menggunakan sistem rak putar, pemutaran semua telur hanya dengan
sekali mengoperasikan handle dari luar mesin (tanpa membalik telur
satu per satu).
* Ada pemanas darurat. Pemanas darurat menggunakan plat pemanas, cukup
memakai lampu minyak atau lilin.
* Dapat digunakan untuk berbagai jenis dan ukuran telur unggas, dari
telur bebek, ayam, puyuh, itik, burung dara, perkutut, walet dan
lain-lain. (untuk ukuran telur burung, rak dapat dipesan khusus).
* Kontrol suhu otomatis: menggunakan thermostat, Thermostat
menggunakan rangka fiber, penyetelan dilakukan dari lubang ventilasi
dan fluktuasi suhu sekitar 1,5o C sehingga aman digunakan, lebih
akurat dan praktis.
* Ada Manual book: (Buku petunjuk pemakaian alat penetas telur)

UNTUK PEMBELIAN MESIN TETAS, SILAKAN BISA HUBUNGI:

Bpk. Subhan / ibu. Aliya
Tlp. 0341 – 711 930
HP. 081 853 854 6 atau 081 333 15 4747
http://www.MesinPenetasTelur.com

Dibawah ini adalah Profil Perusahaan Mitra Jaya, Produsen Mesin Penetas
Telor Otomatis & Mesin Tetas Sederhana

Mitra Jaya didirikan oleh Bpk. Hadi Mulyanto sejak tahun 1990 dengan
lokasi usaha di Malang. Awal berdirinya MITRA JAYA memiliki kapasitas
produksi yang sangat kecil yakni 20 unit/ bulanya. Seiring berjalanya
waktu usaha ini mendapatkan banyak pengalaman di bidang produksi mesin
penetas telur otomatis sehingga sering kali melakukan inovasi di dalam
desain maupun teknologi di dalam produk kami. Untuk saat ini kami telah
mencapai kapasitas produksi mesin penetas telur sebesar + 1500 unit/
bulan.

Sekarang usaha kami berdiri di Kota Malang. Produk yang dihasilkan oleh
perusahaan kami ini berupa incubator machine automatic yang diperuntukkan
sebagai penetas telur unggas. Produk yang kami hasilkan telah dipasarkan
di seluruh pelosok Indonesia dengan media pemasaran internet, namun daerah
yang lebih diintensifkan adalah di wilayah Jawa- Bali, karena di wilayah
itu kami memasarkan melewati media Poultry Shop (PS) yang berdiri di
setiap kota dan metode inilah yang paling efektif bagi kami dalam
memasarkan produk mesin penetas telur. Sehingga, bagi warga Jawa Maupun
Bali bias mendapatkan produk kami di Poultry Shop di wilayah anda dengan
mudah.

Permintaan mesin penetas telur di wilayah Indonesia cukup pesat hal itu
diindikasikan semakin banyaknya warga yang berminat mengembangkan usaha di
bidang unggas sebagai komoditi usaha utama maupun sampingan yang hasilnya
cukup menjanjikan. Hal ini dikarenakan bisnis di bidang penetasan cukuplah
menjanjikan karena maksimal keuntungan yang dapat diraih oleh pelaku
usahanya bisa mencapai 400% dalam 1 bulan investasi. Sebagai contoh harga
telur tetas ayam buras yang kurang lebih Rp. 1000,-/ butir jika telah
menetas dan menjadi DOC dapat mencapai harga Rp. 5000,-/ ekor, Bukankah
ini sangat menguntungkan.

Dengan Semboyan perusahaan kami MITRA JAYA Berkarya Untuk Membangun Bangsa
kami akan terus berusaha untuk mengembang kan perusahaan ini tanpa
mengenal menyerah.

Pimpinan,
Hadi Mulyanto

Solusi Bila Telur Unggas Gagal Menetas

Pembibitan unggas terutama ayam kampung dan itik yang selama ini dilakukan
oleh peternak di pedesaan kini sudah meningkat menjadi usaha yang yang
dikelola secara intensif. Ini merupakan buah dari perkembangan teknologi
informasi sehingga kemampuan mengadopsi teknologi oleh masyarakat
perdesaan juga meningkat. Begitu juga dengan teknologi di bidang
pembibitan unggas, khususnya dalam penerapan penggunaan mesin penetas
untuk menetaskan telur. Proses penetasan telur dengan menggunakan mesin
penetas, asal memenuhi syarat-syarat yang memenuhi standar seperti panas,
kelembaban, perputaran udara dan kebersihan telur dapat diperkirakan
hasilnya.

Beragam hasil yang akan dicapai dalam proses penetasan telur. Apabila
telur menetas dengan baik maka perasaan puas yang akan dirasakan, akan
tetapi bila telur banyak yang tidak menetas alias gagal menetas maka
perasaan kecewa yang akan muncul dan akan timbul tindakan mencari biang
kegagalan. Mulai dari sikap menyalahkan pihak lain sampai-sampai anggapan
negatif akan muncul secara beruntun tanpa disertai dengan evaluasi dari
kegiatan atau tindakan yang telah dilakukan. Nah untuk menghindari hal-hal
tersebut kami mencoba mengangkat judul ini agar kita lebih dewasa dalam
mengambil keputusan, menjalankan usaha, dan untuk diambil pengalaman
tentunya.

Ada dua istilah penting dalam proses penetasan telur dengan mesin penetas,
pertama daya fertilitas dan yang ke dua daya tetas. Daya fertilitas adalah
persentase jumlah telur yang fertil (dibuahi, dikawini) dari jumlah telur
yang kali pertama masuk mesin tetas. Semakin tinggi angka yang diperoleh
maka semakin baik pula kemungkinan daya tetasnya. Hal-hal yang
mempengaruhi daya fertilitas antara lain : asal telur (hasil dari
perkawinan atau tidak), ransum induk, umur induk, kesehatan induk, rasio
jantan dan betina, umur telur, dan kebersihan telur.

Pernah ada pertanyaan yang masuk kepada kami yaitu apakah telur yang kita
beli dari tukang jamu atau pasar dapat ditetaskan? Maka kami jawab,
asalkan telur itu hasil dari perkawinan, dan umurnya tidak terlalu lama
maka masih bisa ditetaskan. Tetapi zaman sudah berubah sebagai akibat
reformasi di segala bidang. Apabila anda pergi ke pasar dan hendak membeli
telur ayam kampung maka telur ayam arablah yang akan anda terima. Mengapa?
Karena pasar kita sudah memberi label telur ayam kampung pada telur ayam
arab. Sehingga kalau anda ingin membeli telur ayam kampung asli maka anda
perlu menambahkan kata ASLI jika anda membeli telur ayam kampung di pasar

Sedangkan daya tetas adalah persentase jumlah telur yang menetas dari
jumlah telur yang fertil. Nah untuk masalah yang satu ini baru diketahui
setelah proses penetasan berakhir. Di antara faktor yang mempengaruhi
antara lain operator dan mesin tetasnya sendiri. Seorang operator mesin
tetas mempunyai tanggug jawab penuh mulai telur masuk pertama kali hingga
proses penetasan selesai. Hal-hal yang dilakukan oleh seorang operator
adalah pengontrolan suhu, kelembaban, pemutaran atau pembalikan telur,
peneropongan telur dan fumigasi mesin tetas. Sedangkan kualitas mesin
tetas adalah tanggung jawab produsen mesin tetas sepenuhnya. Sehingga
untuk mengetahui kualitas mesin adalah dengan bertanya langsung kepada
yang sudah menggunakannya atau dengan mencobanya langsung.

Kalau kita sudah mengetahui dan memahami arti kedua istilah tersebut (daya
fertilitas dan daya tetas) maka sudah ada gambaran sekarang mengapa
telur-telur unggas kita gagal menetas. Coba anda ingat-ingat faktor apa
yang telah sampai menggagalkan proses penatasan anda kali ini. Kalau sudah
ketemu maka buat catatan tersendiri untuk bahan evaluasi proses penetasan
berikutnya.

Ada satu lagi faktor yang cukup penting tetapi sering di abaikan oleh para
pembibit unggas yaitu masalah penyakit. Penyakit pada telur tetas umumnya
jarang dijumpai pada usaha pembibitan yang berskala besar karena secara
khusus penularan penyakit pada telur tetas tersebut pasti telah
diantisipasi dengan memotong jalur penyebarannya yaitu dengan
penyucihamaan telur dan ruangan mesin tetas dengan desinfektan. Tetapi
pada peternakan rakyat dengan model pemeliharaan ekstensif usaha untuk
mendapatkan telur tetas yang bebas penyakit masih mengalami kesulitan. Hal
ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan peternak dalam mendeteksi dan
membasmi penyakit yang ditularkan melalui telur.

Apa resiko dari penyebaran penyakit yang diturunkan dari induk ke telur?
Jawabnya yaitu penyakit tersebut dapat menyebabkan daya tetas telur
menurun. Dan apabila anak ayam itu terus hidup, ayam tersebut mempunyai
pertahanan tubuh yang lemah serta mudah terserang penyakit dan resiko
paling tinggi adalah kematian. Penularan penyakit melalui telur terjadi
pada saat proses pembentukan telur sedang berlangsung pada saluran telur
ayam betina. Sehingga apabila saluran telur sudah tercemar virus atau
bakteri penyakit tertentu, maka telur yang terbentuk akan membawa bibit
bakteri atau virus tersebut baik selama proses penetasan berlangsung dan
setelah telur itu menetas

Untuk mencegah penularan penyakit pada telur, maka induk yang menghasilkan
telur tetas harus selalu diperhatikan kesehatannya dengan melakukan
vaksinasi dan pengobatan teratur. Selain itu juga tetap menjaga sanitasi
lingkungan sekitar baik kandangnya langsung ataupun peralatan ternaknya
dan juga nutrisi pakan dari induk tersebut. Bagaimanapun juga kondisi
tubuh yang kurang sehat akan mudah terserang penyakit. Perlakuan
penyucihamaan telur dan ruangan mesin tetas akan meminimalkan dan bisa
memutus penyebaran penyakit tertentu.

Kesimpulannya adalah dengan pengaturan suhu yang stabil antara 38-39º
(100-103º F), kelembaban sekitar 60-70% dan aliran udara yang tepat
merupakan syarat mutlak agar proses penetasan telur berhasil dengan baik.
Apabila syarat teknis ini telah terpenuhi, maka dengan memilih telur dari
induk yang unggul, sehat dan memiliki ukuran serta bentuk yang normal,
maka usaha penetasan tersebut akan memberikan hasil yang lebih baik. Dan
yang penting sekarang kita sudah mengetahui dan mengerti apa yang harus
kita perbuat apabila telur yang kita tetaskan gagal menetas.

Sumber: sentralternak.com

Tips dan Trik dalam Penetasan Telur Unggas

Berikut adalah hasil conferensi training online gratis yang diadakan
sentralternak.com pada tanggal 30 Agustus 2008 dengan tema Tips dan Trik
dalam menetaskan telur unggas. Bertindak selaku pemateri Adalah Bpk. Agus
Harianto S.Pt

Sesi pembukaan diisi dengan perkenalan peserta. Yang istimewa dalam acara
kali ini adalah turut ikutnya peserta training dari New Zealand, di
samping peserta-peserta lain dari dalam negeri. Perkenalan peserta
berlangsung dalam waktu kurang lebih 5 menit karena bisa disingkat
perkenalannya dengan mengikuti format yang sudah ada yaitu menyebutkan :
nama, asal, pekerjaan, dan no telepon.

Pengantar : Menetaskan telur

Adalah usaha untuk menetaskan telur unggas dengan bantuan mesin penetas
telur yang sistem atau cara kerjanya mengadopsi tingkah laku (behaviour)
induk ayam atau unggas lainnya selama masa mengeram. Oleh karena itu tak
heran jika banyak orang yang menyebut alat ini dengan istilah mesin
penetas telur dan ada sebagian orang yang menggunakan istilah setter
(ruang pengeraman) dan hatcher (ruang penetasan).

Beragam hasil yang akan dicapai dalam proses penetasan telur. Apabila
telur menetas dengan baik maka perasaan puas yang akan dirasakan, akan
tetapi bila telur banyak yang tidak menetas alias gagal menetas maka
perasaan kecewa yang akan muncul dan akan timbul tindakan mencari biang
kegagalan. Mulai dari sikap menyalahkan pihak lain sampai-sampai anggapan
negatif akan muncul secara beruntun tanpa disertai dengan evaluasi dari
kegiatan atau tindakan yang telah dilakukan. Nah untuk menghindari hal-hal
tersebut kami mencoba mengangkat tema ini untuk dijadikan bahan diskusi
atau pembelajaran kita bersama agar kita lebih dewasa dalam mengambil
sikap dan untuk mengambil pelajaran tentunya.

Mengapa perlu menetaskan telur ?

1. Karena ada jenis unggas yang mempunyai naluri atau sifat mengeram
sedikit atau bahkan tidak punya sifat itu seperti itik, ayam arab, dan
puyuh. Kalau menggunakan jasa menthok atau lainnya maka perlu tambahan
biaya untuk pemeliharaan menthok tersebut.
2. Jumlah telur yang mampu dierami induk terbatas sehingga menyulitkan
manajeman pemeliharaan. Coba anda bayangkan apabila anda mempunyai 10
ekor induk. Saat sekarang ada yang menetas, tiga hari kemudian ada yang
menetas lagi, dua minggu ada yang menetas lagi, bahkan ada yang menetas
mungkin satu-dua bulan lagi. Betapa kacaunya model pemeliharaannya
karena harus punya beberapa kandang pembesaran.
3. Agar produksi dari seekor induk lebih banyak. Hal ini disebabkan
umur untuk berproduksi berkurang dengan adanya sifat mengeram dan
mengasuh anak. Sehingga yang semula seekor induk hanya mampu
berproduksi telur hanya 60-75 butir/tahun dapat meningkat menjadi
100-120 butir/tahun.
4. Sebagai sarana pencegahan penyakit. karena di dalam proses penetasan
buatan terdapat program penyucihamaan telur dan ruangan mesin tetas
dengan desinfektan. Kalau penyucihamaan dilakukan dengan benar maka
dapat memutus jalur penyebaran penyakit yang merugikan dapat merugikan.

Langkah-langkah persiapan sebelum penetasan dimulai :

Sebelum proses penetasan dimulai ada baiknya memperhatikan faktor-faktor
sebagai berikut : Seleksi atau pemilihan telur tetas. Meliputi : berat
telur, bentuk telur, keadaan kulit telur, rongga udara, umur telur dan
cara penyimpanannya. Keterangan dari ke-5 hal di atas Bapak/Ibu buka di
http://www.sentralternak.com. Kemudian memperhatikan faktor penentu penetasan
yang meliputi panas, air, pergerakan udara dan operator mesin tetas.
Keterangannya juga bisa di baca di tempat yang sama. Bisa juga ditambahkan
kegiatan penyucihamaan ruangan mesin tetas. Kemudian persiapan memasukkan
telur ke dalam mesin tetas yang meliputi pengaturan suhu dan kelembaban,
dan mempersiapkan pemanas cadangan apabila mesin tetas yang dipakai
bertipe hibryd (dua pemanas).

Bedakan istilah daya fertilitas dengan daya tetas

Ada dua istilah penting dalam proses penetasan telur dengan mesin penetas
buatan, pertama daya fertilitas dan yang ke dua daya tetas. Daya
fertilitas adalah persentase jumlah telur yang fertil (dibuahi, dikawini)
dari jumlah telur yang kali pertama masuk mesin tetas. Semakin tinggi
angka yang diperoleh maka semakin baik pula kemungkinan daya tetasnya.
Hal-hal yang mempengaruhi daya fertilitas antara lain : asal telur (hasil
dari perkawinan atau tidak), ransum induk, umur induk, kesehatan induk,
rasio jantan dan betina, umur telur, dan kebersihan telur.

Ada satu tips untuk mendapatkan daya fertilitas yang tinggi yaitu anda
membeli telur yang sudah diketahui ada bibitnya. Caranya bagaimana? anda
membeli telur dari pengepul besar yang sekaligus berprofesi sebagai
penetas. Ciri telurnya adalah sudah dimasukkan ke dalam mesin tetas
minimal 12 jam sebelumnya dan telah dilakukan peneropongan untuk
mengetahui ada tidaknya bibit. Peternak atau penetas yang berpengalaman
akan dapat mengetahui telur-telur yang ada bibitnya. Memang harga ada
selisih sekitar Rp 200-300/butir, tetapi fertilitas telur dapat dijamin
95% ke atas. Hal ini sudah kami lakukan dan rata-rata pembeli merasa puas
dengan hasil yang dicapai. Tetapi ada satu kelemahan untuk masalah ini
yaitu usahakan waktu antara membeli telur yang sudah diketahui bibitnya
dengan jarak rumah anda tidak lebih dari 8-10 jam.

Sedangkan daya tetas adalah persentase jumlah telur yang menetas dari
jumlah telur yang fertil. Nah untuk masalah yang satu ini baru diketahui
setelah proses penetasan berakhir. Di antara faktor yang mempengaruhi
antara lain operator dan kualitas mesin tetasnya sendiri. Seorang operator
mesin tetas mempunyai tanggug jawab penuh mulai telur masuk pertama kali
hingga proses penetasan selesai. Hal-hal yang dilakukan oleh seorang
operator adalah pengontrolan suhu, kelembaban, pemutaran atau pembalikan
telur, peneropongan telur dan fumigasi mesin tetas. Sedangkan kualitas
mesin tetas adalah tanggung jawab produsen mesin tetas sepenuhnya.
Sehingga untuk mengetahui kualitas mesin adalah dengan bertanya langsung
kepada yang sudah menggunakannya atau dengan mencobanya langsung.
Sekilas Tentang Alat Penetas Telur:

Mesin penetas telur adalah sebuah inovasi teknologi yang cara kerjanya
mengadopsi tingkah laku (behaviour) induk ayam atau unggas lainnya selama
masa mengeram. Oleh karena itu tak heran jika banyak orang yang
menyebutnya dengan mesin penetas telur, mesin tetas telur, alat penetas
telur, dan ada sebagian orang yang menggunakan istilah setter dan hatcher.

Banyak sudah macam mesin penetas yang ditawarkan oleh produsen mesin
tetas. Pada intinya semuanya sama berdasarkan cara kerjanya akan tetapi
beda dalam hal harga. Produsen pun begitu ada yang hanya berorientasi
bisnis semata dan ada juga yang berorientasi untuk kemajuan perunggasan
masa depan. Berdasarkan cara kerjanya mesin ini dapat dibedakan menjadi
tiga macam yaitu mesin penetas manual, mesin penetas semi otomatis atau
modern dan mesin penetas full otomatis atau modern. Berikut adalah sedikit
keterangan dari ke tiga mesin tersebut :

Mesin penetas manual artinya pembalikan telur masih dilakukan satu-satu
dengan sentuhan tangan langsung dan kontrol suhu masih belum otomatis.
Kelebihan penetas manual adalah kontrol terhadap telur yang ditetaskan
lebih terjaga. Kenapa? Karena, minimal 2-3 kali dalam sehari telur-telur
tersebut dibalik sehingga kita mengetahui telur mana yang sudah dibalik
dan yang belum dibalik. Kelebihan lainnya adalah pada waktu pembalikan
telur kita bisa merubah posisi telur yang semula dipinggir dipindah ke
tengah dan sebaliknya guna pemerataan suhu. Adapun kekurangannya adalah
butuh tenaga dan waktu khusus untuk mengawasi dan pengoperasiakannya.

Mesin penetas semi otomatis atau semi modern artinya pembalikan telur ada
yang sudah dengan sekali handle dan ada juga yang masih dibalik satu-satu.
Kontrol suhu sudah otomatis baik dengan menggunakan thermostat atau
thermoregulator. Kelebihan penetas semi otomatis adalah cara kerja yang
lebih simple dan mudah dioperasikan. Adapun kekurangannya adalah harga
lebih mahal jika dibandingkan dengan mesin mesin penetas manual dan
kontrol terhadap telur yang ditetaskan kurang. Hal ini disebabkan oleh
terlalu percayanya operator terhadap mesin ini sehingga beranggapan bahwa
setiap telur yang dimasukkan mesin ini pasti menetas. Padahal kita tidak
tahu kontrol suhu di dalam ruangan mesin sewaktu penetasan berlangsung.

Mesin penetas full otomatis atau modern artinya pembalikan dan control
suhu semuanya serba otomatis. Mesin ini biasanya terdiri dari dua sekat
atau ruang yaitu ruang untuk pengeraman saja (setter) dan ruang untuk
persiapan telur yang akan menetas (hatcher). Kelebihan penetas full
otomatis adalah pekerjaan menjadi ringan dan bisa mengoperasikan dalam
jumlah banyak walau dengan tenaga kerja satu orang ketika masa pengeraman.
Kekurangannya adalah dari segi harga, mesin ini mempunyai harga yang jauh
berkali-kali lipat jika dibandingkan dengan mesin penetas semi otomatis.
Dan kalau ada gangguan sewaktu masa pengeraman akan berakibat fatal
terhadap telur yang sedang ditetaskan. Akan tetapi hal ini jarang terjadi
pada mesin yang full otomatis.

Dari semua jenis yang telah kami paparkan di atas manakah yang terbaik?
Jawabnya adalah kembali kepada kita sendiri, seberapa modal yang kita
punya, tujuan usaha yang akan kita dirikan dan berapa jumlah SDM yang akan
mendukung usaha kita. Tidak ada salahnya apabila sebelum membeli anda
bertanya tentang harga, spesifikasi produk, dan yang lainnya agar tidak
menyesal dikemudian hari. Semoga bermanfaat. *(SPt)

Sumber: sentralternak.com

Jenis mesin penetas telur

Pada intinya semua mesin penetas sama berdasarkan cara kerjanya akan
tetapi beda dalam hal harga, bahan, cara pengoperasiaannya, dan
sebagainya. Produsen pun begitu ada yang hanya berorientasi bisnis semata
dan ada juga yang berorientasi untuk kemajuan perunggasan masa depan.
Berdasarkan cara kerjanya mesin ini dapat dibedakan menjadi tiga macam
yaitu mesin penetas manual, mesin penetas semi otomatis atau semi modern
dan mesin penetas full otomatis atau modern.

Yang terbaik apa? Secara jujur kami tidak bisa mengatakan mana yang
terbaik. Karena secara sportif dari berbagai jenis dan tipe mesin penetas
memiliki kelebihan sendiri-sendiri. Jadi menurut kami untuk mengatakan
yang terbaik perlu ditinjau dari beberapa segi :
1. Harga, memang harga selalu identik dengan kualitas. Tapi ingat, hal itu
tidak berarti yang mahal pasti berkualitas atau sebaliknya
2. Bahan yang digunakan. Apakah kemampuan dari bahan yang digunakan dari
pengaruh benda lain seperti alat berat, air, panas, api dan lainnya
3. Cara pengoperasian mesin. Membeli mesin yang disertai buku petunjuk
pengoperasian adalah lebih baik begitu pula datang langsung untuk
mengetahui cara kerja produk yang akan kita beli
4. Cara mengganti komponen apabila terjadi kerusakan. Pastikan ketika anda
memutuskan membeli suatu produk sudah ada gambaran cara memperbaiki kalau
ada kerusakan di tengah jalan.
5. Suku cadang mesin (spare part)

Maka ke-lima hal tersebut dapat kita jadikan sebagai patokan dalam menilai
sebuah mesin penetas dan juga sebagai pertimbangan apabila anda tertarik
dan memutuskan membelinya.

Beberapa tips telah kami sampaikan dalam acara training ini, diantaranya
tips pembersihan kulit telur, pembalikan telur, pemindahan posisi, kontrol
suhu dan kelembaban, dan penyucihamaan telur dan ruangan mesin tetas.

Sumber: sentralternak.com